Diteror Harimau, Warga Lahat Ngadu ke DPRD Sumsel

By Richi Alfasino 26 Des 2019, 10:12:59 WIB Metropolitan
Diteror Harimau, Warga Lahat Ngadu ke DPRD Sumsel

 

// Reses Tahap II Anggota DPRD Sumsel Asal Daerah Pemilihan (Dapil) VII

 

ANCAMAN  akan serangan harimau yang telah memangsa beberapa korban manusia telah membuat takut warga. Mereka pun mengadu ke anggota DPRD Sumsel asal Dapil VII (Lahat, Pagaralam, dan Empat Lawang), serta minta agar masalah ini bisa segera diatasi.

Pengaduan tersebut disampaikan warga kala berdialog dengan anggota Dapil VII DPRD Sumsel yang sedang menggelar reses tahap II tahun 2019. 

Reses dilaksanakan pada 18 hingga 23 Desember 2019 diikuti Ir Holda, MSi sebagai koordinator dengan anggota M Oktafiansyah, ST, MM; H David Hadrianto Aljufri; H Alfrenzi Panggarbesi, SSi; Hj Sumiati, SH, MM; H Juanda Hanafiah, SH, MM; H Saifudin Aswari Rivai, SE; dan Rudi Hartono.

 

 

Reses 2
 

Sejumlah tempat di tiga wilayah yang masuk dalam Dapil VII didatangi untuk menyerap aspirasi masyarakat. Diantaranya di Kabupaten Lahat yakni di Kecamatan Pajar Bulan dan Kecamatan Pendopo, lalu di Dempo Tengah Kota Pagaralam, serta berdialog dengan masyarakat Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang. 

Koordinator Dapil VII, Ir Holda, ketika diwawancarai, mengatakan, masalah serangan harimau yang meresahkan warga ini sudah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Sumsel melalui rapat paripurna.

“Alhamdulillah pemerintah sudah cepat tanggap, dalam hal ini gubernur bersama polisi dan TNI, untuk mengantisipasi apa sebenarnya penyebab masalah ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada solusinya,” kata Holda. 

Terkait ‘turun gunungnya’ harimau ke perkampungan warga, menurut Holda, hal itu terjadi karena ulah manusia yang telah merusak habitat tempat tinggal harimau. Meski demikian, Holda juga mengimbau agar masyarakat  jangan terlalu terpengaruh dengan berita di media sosial yang terkadang dibesar-besarkan.

Resess

Sementara Alfrenzi Panggarbesi, anggota Dapil VII, meminta pemerintah lebih serius dalam menangani masalah harimau ini. “Karena masalah ini membuat warga takut ke kebun,” tukas Alfrenzi.

Berbicara mengenai reses secara menyeluruh, Alfrenzi mengatakan, aspirasi yang disampaikan warga di tiga daerah dalam Dapil VII relatif sama yakni masalah infrastruktur. 

"Pada intinya aspirasi masyarakat sama yakni minta infrastruktur jalan dan jembatan. Misalnya minta pengecoran jalan ke kebun, jalan desa, dan beberapa jembatan yang ada di tiga daerah tersebut," kata Alfrenzi.

Selain masalah infrastruktur, warga juga mempertanyakan kartu KIS. Karena sejak tidak berlakunya Jamsoskes dan Jamkesmas, warga banyak yang belum mendapatkan KIS. 

Menurut Afrenzi, semua aspirasi yang masuk akan ditampung dan dipilah untuk diteruskan ke pihak-pihak yang sesuai kewenangan masing- masing. 

“Yang menjadi tupoksinya pusat akan kami sampaikan melalui DPR RI , yang tupoksinya provinsi akan diteruskan ke gubernur. Begitupula dengan usulan yang menjadi ranahnya pemkab/pemkot akan disampaikan pada bupati dan walikota,” ujar dia.

 

Resses

 

Karena aspirasi yang disampaikan cukup banyak, wakil rakyat yang karib disapa Ojik ini minta agar semua aspirasi dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh kades dan camat setempat. Dengan aspirasi dalam bentuk tulisan atau proposal, akan lebih mudah memperjuangkannya untuk direalisasikan. 

(Kia)

 

 

 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Edo Ikfianda

    Setelah membentuk Timnas, PSSI versi KLB pimpinan La Nyalla Mahmud Matalitti menunjuk Alfred Riedl ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi menyatakan, hukuman mati tidak layak ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya mempertanyakan dasar keputusan SBY ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video