Wujudkan Janji, Bupati Askolani Launching Rehab Jembatan Tanah Kering Pulau Rimau

Read Time:3 Minute, 1 Second

SUMSELKU.COM – KOMITMEN untuk mewujudkan program prioritas Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera kembali dibuktikan oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H. dan Netta Indian, S.P. Melalui agenda resmi di Kecamatan Pulau Rimau dan Selat Penugukan, mereka secara langsung melaunching pelaksanaan kegiatan rehabilitasi Jembatan Tanah Kering (Taker), Rabu (19/6/2025).

Launching kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi jawaban nyata atas janji politik yang telah mereka ucapkan sejak masa kampanye, khususnya dalam realisasi dari salah satu dari 7 Program Prioritas yakni Infrastruktur Bagus.

Kegiatan peresmian dihadiri sejumlah Kepala Perangkat Daerah (KPD) Kabupaten Banyuasin. Masyarakat dari dua kecamatan yang dihubungkan oleh jembatan ini juga hadir dengan penuh antusias, menandakan pentingnya peran jembatan Taker dalam mendukung kehidupan sehari-hari mereka.

Dalam sambutannya, Bupati Askolani mengakui betapa genting kondisi Jembatan Tanah Kering yang selama ini sudah dalam keadaan darurat. Ia menyebut bahwa proses rehabilitasi ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan komitmen pemerintah terhadap kebutuhan rakyat.

“Alhamdulillah, hari ini perbaikannya mulai dikerjakan. Mudah-mudahan cepat selesai dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini bukti bahwa kami hadir dan bekerja demi masyarakat Banyuasin,” ujar Bupati Askolani di hadapan warga.

Askolani juga menyampaikan bahwa proses pembangunan duplikat Jembatan Tanah Kering masih terus berjalan. Pembangunan infrastruktur, tegasnya, tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme dan regulasi ketat dari pemerintah pusat. Proses itu kini tengah dilalui oleh pihaknya.

“Meskipun anggaran kita terbatas, tapi infrastruktur tetap jadi prioritas. Kita harus maksimalkan semua potensi yang ada. Selain rehab Jembatan Taker, pembangunan duplikat Jembatan Taker dan juga Jembatan Rantau Bayur sedang dalam proses menggunakan skema Bantuan Gubernur (Bangub),” imbuhnya.

Kehadiran Bupati dan rombongan disambut sukacita oleh warga. Mereka merasa diperhatikan, apalagi akses jembatan tersebut menjadi urat nadi perekonomian lokal. Salah seorang warga Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Rahman, menyampaikan bahwa masyarakat kini merasa lega karena harapan mereka telah dijawab.

“Selama ini kami harus ekstra hati-hati ketika melintasi jembatan. Sekarang, dengan diperbaiki, kami merasa lebih aman. Transportasi barang jadi lebih lancar, akses antar desa juga lebih mudah. Ini sangat membantu roda ekonomi kami,” ujarnya dengan wajah berbinar.

Rahman menambahkan bahwa jembatan tersebut bukan hanya penting sebagai penghubung antar wilayah, tetapi juga berperan besar dalam mengangkut hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan logistik masyarakat desa sehari-hari.

Selain melaunching rehabilitasi jembatan, Bupati Banyuasin Askolani juga meresmikan penggunaan satu unit ambulance desa untuk Desa Wana Mukti, Kecamatan Pulau Rimau. Ambulans tersebut dihadirkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat desa yang selama ini masih terbatas.

“Ambulans ini hadir sebagai bagian dari pelayanan kesehatan dasar. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, tak terkecuali yang tinggal di desa-desa terpencil, memiliki akses yang layak terhadap layanan medis,” ujar Askolani.

Langkah pemerintah daerah ini mempertegas bahwa pembangunan di Banyuasin tidak hanya terfokus di pusat kabupaten, melainkan menjangkau wilayah-wilayah pelosok, sesuai visi pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin H Riyan Aditya Putra yang turut mendampingi Bupati juga menjelaskan secara teknis bahwa rehabilitasi jembatan akan dilakukan dengan pendekatan darurat terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan fungsi jembatan saat ini. Sedangkan pembangunan jembatan baru (duplikat) akan masuk dalam proses perencanaan multiyears yang dibiayai melalui skema kerjasama antar pemerintah.

Reaksi masyarakat yang hadir dalam acara tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berada di jalur yang benar. Tokoh masyarakat setempat dan kepala desa menyampaikan rasa terima kasih mereka dan berharap pembangunan infrastruktur lain juga terus berlanjut di wilayah pesisir dan kepulauan Banyuasin.

Dengan terealisasinya janji pembangunan Jembatan Tanah Kering ini, pasangan Askolani-Netta kembali meneguhkan posisi mereka sebagai pemimpin yang menepati janji dan hadir di tengah rakyat, bukan hanya pada masa kampanye, tapi juga dalam pelaksanaan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *