Istimewa di HUT Ke-80, Kajari Banyuasin Raih Penghargaan Atas Keberhasilan Berantas Mafia Pajak dan Cukai

Read Time:1 Minute, 39 Second

Banyuasin,SUMSELKU.COM – Momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 menjadi semakin istimewa bagi jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin. Pada peringatan bersejarah tersebut, Kepala Kejari Banyuasin, Raymund Hasdianto Sihotang, S.H., M.H., bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Giovani, S.H., M.H., menerima penghargaan bergengsi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur.

Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas capaian Kejari Banyuasin dalam menegakkan hukum, khususnya dalam upaya pemberantasan mafia pajak dan cukai yang kerap merugikan negara sekaligus mengganggu tata niaga perdagangan resmi.

Dalam penanganan perkara terbaru, Kejari Banyuasin melalui jajaran Pidsus sukses menyita barang bukti dengan nilai signifikan. Di antaranya 1.059.200 batang hasil tembakau rokok tanpa pita cukai, satu unit mobil Nissan Grand Livina warna putih, serta satu unit mobil Wuling Confero 1.5 (4×2) M/T warna merah. Seluruh barang bukti tersebut terbukti berasal dari tindak pidana cukai yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak iklim usaha yang sehat.

Keberhasilan ini dipandang sebagai bukti nyata sinergi antar-aparat penegak hukum dengan instansi terkait dalam mempersempit ruang gerak mafia cukai dan pajak. DJBC Sumatera Bagian Timur menegaskan bahwa langkah yang ditempuh Kejari Banyuasin merupakan wujud komitmen kuat untuk menjaga wibawa hukum sekaligus melindungi kepentingan negara dari praktik ilegal.

Kepala Kejari Banyuasin, Raymund Hasdianto Sihotang, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kejari Banyuasin.

“Ini adalah bentuk dedikasi kami dalam menegakkan hukum dan melindungi kepentingan negara. Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak untuk memastikan praktik mafia pajak dan cukai dapat diberantas hingga ke akarnya,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kasi Pidsus Giovani menambahkan bahwa capaian ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari aparat penegak hukum hingga masyarakat yang ikut berpartisipasi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk semakin konsisten dalam bekerja. Penindakan tidak akan berhenti sampai di sini, kami akan terus mengawal agar kerugian negara tidak semakin besar akibat praktik ilegal semacam ini,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *