
Bupati Paparkan Visi-Misi 2025-2030,Pada Rapat Paripurna DPRD Banyuasin
PANGKALAN BALAI, SUMSELKU.COM – DPRD Banyuasin menggelar Rapat Paripurna II Masa Persidangan II dalam rangka penyampaian pidato sambutan Bupati Banyuasin masa jabatan 2025-2030. Rapat berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Banyuasin pada Senin 10 Maret 2025.
Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais, didampingi Wakil Pimpinan I Arpani dan Pimpinan III Ledy Risdianto. Turut hadir Sekretaris Dewan (Sekwan) serta anggota DPRD Banyuasin lainnya.
Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH., yang hadir bersama Wakil Bupati Netta Indian, SP., memaparkan visi dan misi kepemimpinannya yang bertajuk “Banyuasin Bangkit, Adil, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”
Dalam pidatonya, Bupati Askolani menegaskan bahwa visi Banyuasin Bangkit bukan sekadar impian, tetapi pandangan strategis untuk membawa daerah ini menuju pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Bangkit sendiri memiliki makna berdaya saing, aman, nyaman, guyub warganya, serta berlandaskan keimanan dan ketakwaan,” ujar Bupati Askolani.
Lebih lanjut, visi tersebut didukung oleh tujuh misi atau Sapta Cita Banyuasin, yang meliputi:
- Mewujudkan SDM Banyuasin yang berdaya saing tinggi melalui pendidikan dan kesehatan berkualitas.
- Mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan demokratisasi di Banyuasin.
- Mewujudkan keimanan dan ketakwaan masyarakat dengan nilai-nilai kerukunan dan kebersamaan.
- Mewujudkan nilai tambah sumber daya alam dan ekonomi menuju kesejahteraan.
- Mewujudkan keterbukaan dan keadilan bagi semua.
- Mewujudkan ketersediaan infrastruktur dasar yang bermanfaat.
- Mewujudkan fasilitas sosial dasar yang memadai.
Selain itu, Pemkab Banyuasin juga mengusung tujuh program prioritas, yaitu:
- Banyuasin Cerdas
- Banyuasin Sehat
- Banyuasin Religius
- Banyuasin Makmur
- Banyuasin Prima
- Banyuasin Terbuka
- Banyuasin Membangun
Untuk mendukung program-program tersebut, Pemkab Banyuasin menggerakkan 12 Gerakan Bersama Masyarakat (Gema) yang mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga lingkungan hidup.
Pembangunan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Askolani juga menyoroti beberapa proyek infrastruktur yang menjadi prioritas utama, di antaranya:
- Pembangunan Jembatan Tanah Kering Pulau Rimau
- Penyelesaian Jembatan Rantau Bayur yang menghubungkan Banyuasin dan Muara Enim
- Pembangunan jalan poros antar-kecamatan yang belum selesai di periode sebelumnya
Selain infrastruktur, Pemkab Banyuasin juga berkomitmen mendukung program nasional ketahanan pangan. Pada tahun 2024, produksi gabah kering giling (GKG) di Banyuasin mencapai 958.324 ton, meningkat dari 920.413 ton pada tahun 2023. Capaian ini menempatkan Banyuasin sebagai penghasil gabah terbesar ketiga di Indonesia, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya.
“Kami yakin suatu hari nanti Banyuasin bisa menjadi nomor satu di tingkat nasional, karena memiliki lahan baku sawah yang luas sebagai modal dasar,” tegasnya.
Ia pun berharap hubungan antara eksekutif dan legislatif yang selama ini terjalin baik dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.
Rapat Paripurna II ini menjadi momentum bagi Bupati Banyuasin untuk menyampaikan komitmennya dalam membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera. Dengan dukungan semua pihak, visi Banyuasin Bangkit, Adil, Sejahtera, dan Berkelanjutan diharapkan dapat terwujud dalam lima tahun ke depan. (*)



Average Rating