Pendapatan PBB Banyuasin Ditargetkan Rp 56,9 Miliar, Potensi Pabrik dan Jalan Tol Jadi Andalan

Read Time:2 Minute, 57 Second

SUMSELKU.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggenjot penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tahun 2025. Target yang dipasang pun cukup ambisius, yakni sebesar Rp 56,9 miliar. Meski begitu, Bapenda optimistis angka tersebut dapat dicapai berkat strategi pemetaan potensi pajak yang tengah dilakukan.

Kepala Bidang Pajak Daerah I Bapenda Banyuasin, Panca Al Azhar, SE., M.Si, menjelaskan bahwa target tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024 lalu, realisasi PBB mencapai Rp 41,2 miliar dari target Rp 38 miliar. Artinya, capaian tersebut melampaui 100 persen dari target yang ditetapkan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Banyuasin, khususnya para wajib pajak baik individu maupun pelaku usaha yang telah menunaikan kewajibannya,” ujar Panca saat ditemui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Panca menyebut pihaknya akan terus mengembangkan strategi yang menyasar potensi baru, termasuk sektor industri dan infrastruktur. Salah satunya adalah menyasar pabrik-pabrik dan kawasan pergudangan yang tersebar di beberapa kecamatan di Banyuasin. Potensi PBB dari sektor ini, kata Panca, ditaksir bisa menyumbang hingga Rp 5 miliar untuk pendapatan asli daerah (PAD).

“Saat ini kami sedang memetakan potensi pajak dari sektor industri. Banyak pabrik dan gudang yang belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Jika proses verifikasi dan validasi selesai, kami optimistis bisa mengoptimalkan penerimaan,” ungkapnya.

Selain itu, sektor infrastruktur besar seperti jalan tol juga menjadi fokus. Jalan tol Kapal Betung yang melintasi wilayah Banyuasin disebut memiliki potensi PBB yang cukup signifikan. Jika rampung dan tuntas dari sisi administratif, sektor ini diproyeksikan dapat menyumbang PAD sebesar Rp 10 miliar.

Namun, Panca menegaskan bahwa hingga saat ini jalan tol tersebut belum sepenuhnya selesai, sehingga potensi penerimaannya masih akan disesuaikan kembali pada saat perubahan anggaran.

“Untuk jalan tol memang masih menunggu proses penyelesaian. Namun kita sudah memasukkan estimasinya dalam rencana perubahan anggaran. Jika tuntas tahun ini, bisa langsung menjadi sumber pemasukan baru yang signifikan,” tambahnya.

Sementara itu, demi mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran PBB, Bapenda Banyuasin telah bekerja sama dengan sejumlah kanal pembayaran resmi. Warga kini bisa membayar PBB melalui Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), serta melalui Kantor Pos di seluruh wilayah.

“Kami ingin memastikan kemudahan akses bagi seluruh wajib pajak. Oleh karena itu, sistem pembayaran terus kami permudah dan perluas, agar masyarakat tidak perlu lagi antre lama atau jauh-jauh ke kantor pajak daerah,” jelasnya.

Menurutnya, pelayanan yang efisien adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kepatuhan pajak masyarakat. Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui media sosial, baliho, maupun langsung ke lapangan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Panca juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda kewajiban membayar PBB. Ia menekankan bahwa setiap rupiah dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan kembali ke daerah dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

“PBB ini adalah kontribusi nyata masyarakat dalam membangun daerahnya sendiri. Ketika masyarakat patuh, maka pembangunan bisa merata dan berkelanjutan. Kami hanya menjadi fasilitator untuk mengelola dan mengarahkan dana itu ke sektor-sektor prioritas,” ujarnya.

Target ambisius yang ditetapkan tahun ini, menurutnya, sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.

Dengan target Rp 56,9 miliar, serta optimalisasi dari sektor industri dan infrastruktur, Panca Al Azhar yakin bahwa Banyuasin bisa mencatatkan kinerja yang membanggakan di sektor penerimaan pajak daerah tahun ini.

“Kami tidak ingin sekadar mengejar angka. Yang terpenting adalah membangun kesadaran dan budaya patuh pajak di tengah masyarakat. Ini investasi jangka panjang untuk Banyuasin yang lebih maju dan mandiri,” pungkasnya. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *