
Bupati Banyuasin Serahkan 52 Unit Alsintan, Dorong Produksi Padi Nasional dan Program Petani Makmur
PANGKALAN BALAI,SUMSELKU.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuasin kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Selasa (15/07/2025), Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Netta Indian, S.P., secara simbolis menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian RI Tahun Anggaran 2025 kepada para brigade pangan di wilayah Banyuasin.
Acara penyerahan yang berlangsung di Makodim 0430/Banyuasin tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Banyuasin, Dandim 0430/Banyuasin, Inspektur Ir. Zakirin, S.P., M.M., CGCAE., para Kepala OPD, para penyuluh pertanian, hingga para perwakilan brigade pangan dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Bupati Askolani menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Kodim 0430/Banyuasin yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, sekaligus mengapresiasi Kementerian Pertanian atas perhatiannya kepada petani Banyuasin.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian yang telah peduli terhadap petani Banyuasin. Bantuan Alsintan ini menjadi bukti nyata dukungan pusat bagi daerah yang selama ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional,” ujarnya.
Askolani juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian Banyuasin sebagai kabupaten penghasil padi nomor 3 terbesar di Indonesia tahun 2024, naik satu peringkat dari sebelumnya posisi ke-4. Ia menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen, mulai dari pemerintah, petani, penyuluh, hingga dukungan pihak TNI dalam program pertanian.
“Menurut BPS yang akan mengumumkannya Maret nanti, kita berada di posisi 3 nasional sebagai penghasil padi terbanyak. Ini prestasi kolektif. Maka bantuan hari ini menjadi penguat untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut,” lanjut Askolani.
Adapun jenis bantuan Alsintan yang diserahkan kali ini adalah sebanyak 52 unit Rotavator, yang akan didistribusikan kepada brigade pangan di 12 kecamatan pelaksana program Optimasi Lahan Rawa (OPLAH). Kecamatan tersebut antara lain Mekarti Jaya, Muara Telang, Tanjung Lago, Sumber Marga Telang, Rantau Bayur, Sembawa, Banyuasin III, Suak Tapeh, Muara Padang, Banyuasin I, Talang Kelapa, dan lainnya dengan total luas lahan program OPLAH mencapai 11.700 hektare.
Diketahui, Kabupaten Banyuasin memiliki potensi lahan tanaman padi seluas 189.000 hektare berdasarkan data Statistik Pertanian. Maka dari itu, penguatan alat dan mesin pertanian menjadi prioritas untuk mempercepat olah tanah dan tanam.
Bupati Askolani menekankan bahwa seluruh bantuan Alsintan yang disalurkan merupakan milik negara dan tidak diperkenankan dimiliki secara pribadi maupun diperjualbelikan.
“Kami tegaskan bahwa bantuan negara ini adalah milik rakyat. Harus digunakan bersama, tidak boleh dikuasai individu atau dijual. OPD-OPD terkait saya minta mengawasi dan memastikan alat ini dirawat serta dimanfaatkan optimal,” tegasnya.
Sebagai informasi, selain 52 unit Rotavator yang baru saja diserahkan, sebelumnya Kabupaten Banyuasin telah menerima dan mendistribusikan berbagai jenis Alsintan lainnya, antara lain:
36 unit Rice Transplanter
150 unit TR 2
42 unit TR 4
44 unit Crawler
140 unit Pompa Air
37 unit Combine Harvester
14 unit Power Treaser
Langkah ini menjadi bagian dari implementasi program “Banyuasin Petani Makmur”, yakni upaya strategis Pemkab Banyuasin untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman, produktivitas padi, dan kesejahteraan petani.
Bupati juga berharap agar dengan kehadiran Alsintan, petani Banyuasin mampu lebih efisien dalam proses budidaya, terutama saat pengolahan lahan, penanaman, hingga panen.
“Momentum hari ini harus menjadi tonggak peningkatan produksi. Kami ingin Banyuasin naik peringkat dan menjadi contoh nasional, bahwa kita bisa mandiri pangan dengan pengelolaan yang tepat dan teknologi pertanian yang memadai,” tutupnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Alsintan secara simbolis kepada perwakilan brigade pangan serta peninjauan alat secara langsung oleh Bupati dan jajaran Forkopimda. (*)



Average Rating