Kadiskoperindag Jelaskan Alasan Pemerintah Relokasi Pedagang Pasar Pangkalan Balai ke Cangkring

Read Time:1 Minute, 45 Second

Pemkab Banyuasin Relokasi Pedagang Pasar Pangkalan Balai ke Pasar Rakyat Cangkring

BANYUASIN,SUMSELKU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin berencana merelokasi pedagang Pasar Pangkalan Balai ke Pasar Rakyat Cangkring. Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan, mengingat kondisi Pasar Pangkalan Balai dinilai sudah tidak layak dan semerawut, Rabu (27/8/2025).

Selain kondisi pasar yang memprihatinkan, tidak tersedianya lahan parkir di Pasar Pangkalan Balai juga kerap memicu kemacetan lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung. Aktivitas jual beli yang memanfaatkan badan jalan membuat arus kendaraan sering tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Banyuasin, Alfian, mengatakan bahwa rencana pemindahan pedagang telah melalui berbagai kajian dan analisis.

“Analisanya pasti ada sebelum dipindahkan. Selain sudah tidak layak dan semerawut, kondisi Pasar Pangkalan Balai juga berdampak pada kemacetan karena tidak adanya lahan parkir,” ujar Alfian.

Ia menjelaskan, saat ini Pasar Rakyat Cangkring terus dikembangkan agar mampu menampung seluruh pedagang yang akan direlokasi. Pasar tersebut dinilai lebih representatif dan telah memiliki area parkir yang luas.

“Keunggulan Pasar Cangkring sudah memiliki lahan parkir yang memadai. Selain itu, berbagai fasilitas juga mulai dipersiapkan agar pedagang dan pembeli bisa bertransaksi dengan nyaman,” katanya.

Penataan pasar juga akan dilakukan secara menyeluruh sehingga memudahkan pembeli dalam mencari kebutuhan. Sejumlah fasilitas penunjang disiapkan, seperti tempat pembuangan sementara (TPS) sampah, musala, ketersediaan air PDAM, serta fasilitas lain yang ditata dengan baik.

“TPS di lokasi juga disiapkan agar sampah tidak berserakan. Fasilitas musala dan air PDAM juga tersedia,” ungkap Alfian.

Sementara itu, Pasar Pangkalan Balai ke depan direncanakan akan dialihfungsikan menjadi fasilitas umum dan pusat berkumpul masyarakat. Penataan kawasan tersebut diharapkan dapat menambah ikon baru bagi Kota Pangkalan Balai.

“Kami tidak mematikan mata pencarian pemilik ruko atau toko di sekitar Pasar Pangkalan Balai. Yang dibongkar hanya los-los yang sudah tidak layak, lalu dijadikan ruang publik,” jelasnya.

Terkait adanya aksi penolakan dari sejumlah pedagang yang mendatangi Kantor DPRD Banyuasin, Alfian menyebut hal itu hanya dilakukan oleh segelintir pihak, terutama pemilik ruko dan toko yang khawatir kehilangan pelanggan.

“Karena itu kami akan terus melakukan sosialisasi sebelum pemindahan pedagang dari Pasar Pangkalan Balai ke Pasar Cangkring dilakukan,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *