
Opsen PKB Lampaui Target, Realisasi Pajak Daerah Banyuasin 2025 Tembus Rp 281,8 Miliar
BANYUASIN, Sumselku.com – Realisasi pendapatan pajak daerah Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Dari total 13 jenis pajak daerah yang dipungut, capaian penerimaan berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai Rp 281.862.571.805.

Salah satu sektor yang mencatat kinerja gemilang yakni opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dari target sebesar Rp 28 miliar, realisasi berhasil menembus Rp 30 miliar. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di wilayah Banyuasin.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyuasin, sektor pajak dengan kontribusi tertinggi tetap berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dari target Rp 61 miliar, realisasi BPHTB mencapai Rp 64 miliar.
Posisi kedua ditempati Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik yang terealisasi Rp 57 miliar dari target Rp 53 miliar. Sementara Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga menunjukkan performa positif dengan realisasi Rp 47 miliar dari target Rp 46 miliar.
Kontribusi signifikan lainnya datang dari PBJT atas makanan dan minuman, dengan capaian Rp 22 miliar dari target Rp 21 miliar. PBJT atas parkir pun turut melampaui target, dari Rp 1,3 miliar menjadi Rp 1,4 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuasin, Drs. Edhi Haryono, M.Si, melalui Kepala Bidang Pengembangan, Monitoring dan Evaluasi, Hero Andriady, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Capaian ini merupakan hasil dari kesadaran masyarakat dalam membayar pajak serta upaya maksimal yang terus dilakukan oleh Bapenda dalam melakukan sosialisasi dan pengawasan,” ujarnya.
Meski mayoritas sektor pajak melampaui target, masih terdapat beberapa jenis pajak yang belum mencapai sasaran. Pajak reklame, misalnya, dari target Rp 1,7 miliar hanya terealisasi Rp 1,5 miliar. Kondisi ini dipengaruhi oleh pergeseran strategi promosi pelaku usaha yang kini lebih banyak memanfaatkan media sosial dibandingkan media luar ruang.
Selain itu, opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga belum memenuhi target. Dari target Rp 39 miliar, realisasi baru mencapai Rp 37 miliar. Hal ini dipengaruhi kebijakan pembebasan biaya pengurusan BBNKB berdasarkan edaran Gubernur.
Bapenda optimistis, dengan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak yang terus dilakukan, capaian pendapatan pajak daerah Banyuasin ke depan akan semakin meningkat dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Opsen PKB Lampaui Target, Realisasi Pajak Daerah Banyuasin 2025 Tembus Rp 281,8 Miliar
BANYUASIN – Realisasi pendapatan pajak daerah Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Dari total 13 jenis pajak daerah yang dipungut, capaian penerimaan berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai Rp 281.862.571.805.
Salah satu sektor yang mencatat kinerja gemilang yakni opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dari target sebesar Rp 28 miliar, realisasi berhasil menembus Rp 30 miliar. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di wilayah Banyuasin.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyuasin, sektor pajak dengan kontribusi tertinggi tetap berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dari target Rp 61 miliar, realisasi BPHTB mencapai Rp 64 miliar.
Posisi kedua ditempati Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik yang terealisasi Rp 57 miliar dari target Rp 53 miliar. Sementara Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga menunjukkan performa positif dengan realisasi Rp 47 miliar dari target Rp 46 miliar.
Kontribusi signifikan lainnya datang dari PBJT atas makanan dan minuman, dengan capaian Rp 22 miliar dari target Rp 21 miliar. PBJT atas parkir pun turut melampaui target, dari Rp 1,3 miliar menjadi Rp 1,4 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuasin, Drs. Edhi Haryono, M.Si, melalui Kepala Bidang Pengembangan, Monitoring dan Evaluasi, Hero Andriady, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Capaian ini merupakan hasil dari kesadaran masyarakat dalam membayar pajak serta upaya maksimal yang terus dilakukan oleh Bapenda dalam melakukan sosialisasi dan pengawasan,” ujarnya.
Meski mayoritas sektor pajak melampaui target, masih terdapat beberapa jenis pajak yang belum mencapai sasaran. Pajak reklame, misalnya, dari target Rp 1,7 miliar hanya terealisasi Rp 1,5 miliar. Kondisi ini dipengaruhi oleh pergeseran strategi promosi pelaku usaha yang kini lebih banyak memanfaatkan media sosial dibandingkan media luar ruang.
Selain itu, opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga belum memenuhi target. Dari target Rp 39 miliar, realisasi baru mencapai Rp 37 miliar. Hal ini dipengaruhi kebijakan pembebasan biaya pengurusan BBNKB berdasarkan edaran Gubernur.
Bapenda optimistis, dengan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak yang terus dilakukan, capaian pendapatan pajak daerah Banyuasin ke depan akan semakin meningkat dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.



Average Rating