
Bupati Banyuasin Askolani Kecewa, Minta OPD Kerja Cepat dan Tak Tunggu Perintah
SUMSELKU.COM – Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Banyuasin berubah tegang ketika Bupati Banyuasin, H. Askolani Jasi, SH., MH., mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Pernyataan tegas itu disampaikannya langsung di hadapan para kepala dinas, camat, dan tamu undangan yang hadir.
“Saya belum puas dengan kinerja semua OPD di lingkungan Pemkab Banyuasin,” tegas Bupati Askolani. Pernyataan itu disampaikan dengan ekspresi serius yang menggambarkan kekecewaan mendalam.
Askolani menjelaskan bahwa penilaian tersebut bukan tanpa dasar. Ia mengaku selama lima bulan pertama dirinya kembali memimpin Bumi Sedulang Setudung bersama Wakil Bupati, kinerja OPD belum menunjukkan hasil yang maksimal.
“Selama lima bulan sejak saya pimpin kembali Banyuasin, saya belum melihat perubahan signifikan. Tidak hanya satu atau dua dinas, tetapi semuanya,” ungkapnya tanpa menyebutkan OPD mana yang menjadi sorotan utama.
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi selama ini adalah persoalan infrastruktur, mulai dari jalan, irigasi hingga jembatan. Persoalan ini, kata dia, hampir selalu muncul dalam setiap usulan yang disampaikan oleh camat dan kepala desa dari seluruh penjuru Banyuasin.
“Usulan camat dan desa mayoritas soal infrastruktur. Ini yang akan menjadi prioritas kami,” ujarnya. Namun Askolani menegaskan, persoalan-persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan secara instan. Ia berkomitmen menyelesaikannya satu per satu dalam lima tahun masa jabatannya bersama Wakil Bupati.
“Kita selesaikan secara bertahap. Tapi untuk itu, OPD harus kerja cepat. Tidak bisa lamban apalagi menunggu,” tegasnya.
Pernyataan Bupati Askolani itu kemudian dipertegas oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng, yang mendampingi dalam kegiatan tersebut. Erwin menjelaskan bahwa maksud dari pernyataan bupati adalah bentuk dorongan agar semua OPD bergerak cepat, tanpa menunggu instruksi berulang kali.
“Jangan nunggu. Maksud Pak Bupati itu supaya semua OPD proaktif. Kerja bukan karena disuruh, tapi karena sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Erwin.
Erwin juga mengakui bahwa dalam masa 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati, belum semua target tercapai. Ia menyebut hal itu sebagai pekerjaan rumah yang harus segera dikejar.
“Usai Musrenbang ini harus langsung gas. Jangan sampai tunggu perintah untuk bergerak,” katanya mengingatkan.
Ia mencontohkan Dinas Pertanian sebagai salah satu OPD yang harus meningkatkan produktivitas pertanian melalui sistem tanam dua kali (IP 200) atau bahkan tiga kali setahun (IP 300).
“Masih ada daerah yang IP 100. Ini harus ditingkatkan. Jangan hanya puas dengan capaian lama,” tambahnya.
Pernyataan keras Bupati Askolani itu sontak membuat para pejabat OPD yang hadir merasa was-was. Beberapa bahkan tampak terdiam dan menunjukkan raut wajah serius.
“Kita selaku bawahan, ya harus ikuti instruksi pimpinan,” ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya ketika dimintai tanggapannya seusai acara. Ia mengaku, tekanan itu menjadi peringatan keras agar tidak berleha-leha dalam menjalankan tugas.
Pesan Bupati Askolani kali ini tampaknya menjadi tamparan bagi seluruh OPD di Banyuasin. Ia ingin memastikan bahwa roda birokrasi benar-benar berjalan demi memenuhi harapan masyarakat. Dengan evaluasi tegas di awal masa jabatannya, Bupati Askolani tampak tidak ingin membuang waktu.
Kini masyarakat Banyuasin menanti: apakah kritik itu akan berbuah percepatan pembangunan, atau hanya menjadi catatan rutin dalam agenda Musrenbang tahunan? . (*)



Average Rating