Pemkab Banyuasin Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Wisata Aman Jelang Libur Sekolah 2025

Read Time:3 Minute, 10 Second

PANGKALAN BALAI,Sumselku.com – Dalam rangka mengantisipasi lonjakan wisatawan pada masa libur sekolah tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengikuti Zoom Meeting Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Sosialisasi Surat Edaran Menteri Pariwisata mengenai Penyelenggaraan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (23/06) ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Banyuasin Ir. Alpian, MM, yang turut didampingi oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) H. Sashadiman Ralibi, S.Ag., M.Si. Acara virtual ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir.

Zoom meeting ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pariwisata nomor SE/3/HK.01.03/MP/2025, yang menekankan pentingnya persiapan destinasi wisata dalam menghadapi lonjakan pengunjung pada masa libur sekolah.

Dalam arahannya, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, harus bekerja sama dalam menciptakan pengalaman wisata yang aman dan menyenangkan. Ia menekankan pentingnya memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan, terutama pada masa peningkatan mobilitas seperti saat liburan sekolah.

Beberapa poin imbauan penting dari Menteri Pariwisata antara lain:

Untuk Pemerintah Daerah:

Menerapkan prinsip CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability).

Mengimplementasikan Standar Usaha Pariwisata berbasis risiko sebagaimana diatur dalam Permenpar Nomor 4 Tahun 2021.

Menjalin koordinasi lintas sektor demi kelancaran aktivitas wisata.

Memberikan imbauan kepada Destinasi Tujuan Wisata (DTW) yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung.

Aktif di media sosial untuk menginformasikan penerapan SOP dan kondisi destinasi.

Mengedukasi masyarakat untuk menggunakan transportasi yang layak dan aman.

Memfasilitasi penyediaan rest area bagi pengemudi atau sopir yang mengantarkan wisatawan.

Untuk Pengelola DTW dan Pelaku Usaha:

Menyediakan pelayanan prima bagi pengunjung.

Memastikan penerapan SOP, standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), standar keamanan, serta mitigasi risiko destinasi.

Menyampaikan informasi lengkap kepada wisatawan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Menyediakan rest area yang nyaman dan memadai untuk pengemudi.

Berkolaborasi dengan UMKM lokal dalam pengelolaan kawasan wisata.

Untuk Semua Pihak yang Terlibat:

Mentaati peraturan dan tata tertib yang berlaku di destinasi wisata.

Melakukan penilaian risiko dan berpedoman pada modul CHSE.

Berkoordinasi dalam pemantauan serta memberikan informasi terkini tentang kondisi destinasi wisata.

Menjaga keamanan dan keselamatan, serta melakukan mitigasi jika terjadi kondisi darurat.

Menjaga kebersihan dan kenyamanan selama berada di lokasi wisata.

Pemkab Banyuasin Siap Implementasikan Imbauan

Menanggapi arahan tersebut, Kadis Koperindag Ir. Alpian menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap menjalankan imbauan dari pemerintah pusat, khususnya dalam menyambut masa liburan sekolah yang biasanya meningkatkan pergerakan wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Kami akan berkoordinasi dengan OPD terkait, pengelola destinasi wisata, serta para pelaku usaha agar semua imbauan dari Kemenparekraf dapat diimplementasikan dengan baik di Banyuasin. Tujuannya jelas, agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman terbaik selama berlibur di daerah kita,” ujar Alpian.

Hal senada disampaikan oleh Kabag Perekonomian dan SDA, H. Sashadiman Ralibi, yang menambahkan bahwa sinergi antarinstansi serta dukungan dari masyarakat sangat penting dalam upaya menciptakan iklim pariwisata yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami akan dorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku UMKM yang tergabung dalam sektor pariwisata untuk aktif memberikan edukasi kepada pengunjung, serta memastikan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung seperti rest area, tempat cuci tangan, dan petunjuk keselamatan,” imbuhnya.

Penegakan Protokol dan Keselamatan Jadi Prioritas

Mengingat pengalaman masa liburan sebelumnya yang kerap kali diwarnai dengan kepadatan dan potensi kecelakaan, pemerintah pusat meminta daerah untuk tidak lengah dalam pengawasan, serta memastikan seluruh aktivitas wisata dijalankan sesuai prosedur.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menekankan bahwa destinasi wisata tidak hanya harus menarik, tetapi juga aman dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penerapan CHSE dan koordinasi intensif lintas sektor menjadi pilar utama dalam menyambut lonjakan wisatawan.

Dengan sinergi dan pelaksanaan imbauan tersebut secara konsisten, diharapkan pariwisata di Banyuasin dan seluruh daerah Indonesia bisa menjadi contoh wisata aman dan berkualitas, serta turut mendukung pemulihan e

konomi daerah dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *