Bupati Banyuasin Dorong Kolaborasi Antardaerah dalam Perdagangan dan Ketahanan Pangan

Read Time:3 Minute, 14 Second

DELI SERDANG,Sumselku.com – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., mendorong penguatan kolaborasi antardaerah dalam berbagai sektor perdagangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Bupati Askolani saat menjadi narasumber dalam Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) APKASI ke-26 tahun.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Hall Institute Kesehatan Medistra (IKM), Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan perdagangan antardaerah. Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan jejaring bisnis, distribusi barang, serta kolaborasi antardaerah guna menjaga stabilitas harga dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam sesi diskusi, Bupati Banyuasin memaparkan potensi Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, khususnya dalam produksi beras. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh tingginya tingkat produksi, tetapi juga harus diikuti dengan kemampuan membangun jaringan distribusi dan perdagangan yang mampu menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan.

Banyuasin sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Karena itu, menurut Bupati, potensi tersebut harus dioptimalkan melalui kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan antarwilayah.

“Kolaborasi antardaerah menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Daerah yang memiliki surplus beras harus dapat menjalin kerja sama dengan daerah yang mengalami defisit, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui perdagangan antardaerah yang efektif dan saling menguntungkan,” ujar Askolani.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap menjadi mitra strategis bagi berbagai daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya beras.

Dengan dukungan infrastruktur pertanian, produktivitas yang terus meningkat, serta komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas hasil panen, Banyuasin optimistis dapat memperluas jangkauan pasar komoditas unggulan hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.

Menurutnya, forum bisnis seperti FORBISDA juga menjadi momentum penting bagi pemerintah kabupaten untuk membangun kemitraan yang lebih erat melalui perjanjian kerja sama perdagangan antardaerah.

Kerja sama tersebut dinilai dapat memperlancar distribusi komoditas unggulan, mengurangi disparitas harga antarwilayah, membuka akses pasar yang lebih luas, serta meningkatkan kesejahteraan para petani dan pelaku usaha.

“Setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing. Melalui perdagangan antardaerah, kita dapat saling melengkapi kebutuhan yang tidak dapat diproduksi sendiri. Dengan demikian, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih stabil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Askolani menyampaikan bahwa potensi Kabupaten Banyuasin tidak hanya berada pada sektor tanaman pangan. Banyuasin juga memiliki berbagai komoditas unggulan lainnya, seperti jagung, telur, ikan, udang, kelapa sawit, minyak, serta berbagai produk komoditas lainnya yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Selain sektor pertanian, Banyuasin juga merupakan penghasil jagung, telur, ikan, udang, sawit, minyak, dan beberapa komoditas lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk daerah yang memang masih kekurangan. Untuk itu, kami berkomitmen untuk terus menjadi daerah yang aktif membangun kolaborasi demi mendukung ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk membuka akses seluas-luasnya bagi para investor yang ingin menanamkan modal dan mengembangkan usaha di Banyuasin.

Menurutnya, masuknya investasi yang didukung dengan kerja sama perdagangan antardaerah akan memberikan dampak positif terhadap penguatan rantai pasok, peningkatan nilai tambah komoditas, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Termasuk membuka akses seluas-luasnya bagi para investor yang ingin berinvestasi di Banyuasin. Kami ingin potensi daerah dapat dikelola secara optimal melalui kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Turut mendampingi Bupati Banyuasin dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin, Sarip, S.P., M.M.; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyuasin, Rayan Nurdinsa, S.STP., M.S.; Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin, Dr. dr. Hj. Rini Pratiwi, M.Kes., FISQua; Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banyuasin, Gusti, S.Kom.; serta Kabag Prokopim Setda Banyuasin, Hasan Asari, S.IP., M.AP.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *