
BPKP Evaluasi Pembangunan Perkotaan Metropolitan Patungraya Agung di Banyuasin
PANGKALAN BALAI, Sumselku.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin menerima kunjungan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka entry meeting Evaluasi Kewilayahan Pembangunan Perkotaan Tahun 2026 di wilayah Metropolitan Patungraya Agung.
Pertemuan tersebut berlangsung di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Senin (27/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng.
Dalam pertemuan tersebut, Sekda Banyuasin didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum, Ir. Zakirin, S.P., M.M., CGCAE., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang (Bappeda Litbang) Banyuasin, Dr. dr. Rini Pratiwi, M.Kes., FISQua., serta Plt. Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Banyuasin, Gusti, S.Kom.
Sementara itu, rombongan BPKP Provinsi Sumatera Selatan dipimpin oleh Ernaldi Taqwinda, S.E., M.Si., bersama tim.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pembangunan perkotaan di kawasan Metropolitan Patungraya Agung, yang mencakup Palembang, Betung, Indralaya, dan Kayu Agung.
Kawasan Metropolitan Patungraya Agung merupakan kawasan strategis nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Palembang, Betung, Indralaya, dan Kayu Agung.
Kawasan ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional di Pulau Sumatera bagian selatan. Pengembangannya diarahkan untuk mendukung sektor industri, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, pendidikan tinggi dan teknologi, sekaligus memperkuat peran kawasan sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Dalam entry meeting tersebut, tim BPKP Provinsi Sumatera Selatan memaparkan sejumlah ruang lingkup evaluasi yang akan dilakukan. Salah satunya adalah menganalisis kontribusi kawasan perkotaan terhadap perekonomian nasional yang dilihat dari nilai total barang dan jasa yang dihasilkan, penyerapan investasi, hingga kemampuan kawasan dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Selain itu, evaluasi juga akan memetakan target kinerja pembangunan perkotaan tahun 2026 serta menganalisis kesenjangan antara target yang telah ditetapkan dengan capaian pembangunan di lapangan.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah keselarasan kebijakan pembangunan perkotaan, khususnya dalam bidang pertumbuhan ekonomi, penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas hidup masyarakat, mobilitas, serta konektivitas antarwilayah.
Evaluasi juga mencakup kualitas perencanaan tata ruang dan efektivitas intervensi pemerintah, baik kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah, dalam menyediakan berbagai layanan dasar bagi masyarakat.
Beberapa sektor yang turut menjadi perhatian antara lain penyediaan sanitasi, pengelolaan persampahan, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan mobilitas masyarakat melalui sistem transportasi dan angkutan umum massal.
Tidak hanya melakukan penilaian terhadap capaian pembangunan, evaluasi tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menjadi hambatan dalam pengembangan kawasan perkotaan. Dari hasil evaluasi tersebut nantinya diharapkan dapat dirumuskan rekomendasi perbaikan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyambut baik pelaksanaan evaluasi yang dilakukan BPKP Provinsi Sumatera Selatan. Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana pembangunan perkotaan telah berjalan sesuai dengan target dan arah kebijakan yang telah ditetapkan.
Selain itu, evaluasi diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala dan kesenjangan pembangunan yang masih terjadi, sehingga dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan ke depan.
Pemkab Banyuasin berharap pengembangan Metropolitan Patungraya Agung dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota yang berada di kawasan tersebut.
Dengan perencanaan yang semakin baik, dukungan infrastruktur yang memadai, serta koordinasi lintas sektor yang kuat, kawasan Metropolitan Patungraya Agung diharapkan mampu berkembang menjadi kawasan perkotaan yang produktif, terkoneksi, berdaya saing, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Average Rating