
Pemkab Banyuasin dan BSI Palembang Jalin Kerjasama Salurkan KUR dan Kembangkan BUMDes
Pangkalan Balai,Sumselku.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Wakil Bupati Netta Indian, S.P terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor ekonomi desa dan UMKM. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pengelolaan rekening Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Palembang dan BSI KCP Pangkalan Balai, Rabu (18/6/2025).
Bertempat di Auditorium Pemerintah Kabupaten Banyuasin, acara ini menjadi langkah strategis yang mempererat sinergi antara perbankan syariah dengan pemerintah daerah dalam rangka membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Hadir dalam kegiatan ini Area Manager BSI Palembang Zulfahmi A.R., Area Customer Financing Manager Arry Leonardo Irawan, Branch Manager BSI Palembang Subarna, Branch Manager BSI KCP Pangkalan Balai R.A. Sabrina Natasha, serta sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab Banyuasin, seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rayan Nurdiansyah, S.STP, M.Si., Kepala Dinas Koperindag Ir. Alfian, M.M., dan Kepala Bagian Tapem dan Kerjasama Fujianto, S.IP., M.Si.
Selain itu, seluruh camat, kepala desa, pengurus BUMDes, para pelaku UMKM dan penerima KUR dari berbagai wilayah di Banyuasin turut meramaikan kegiatan yang sarat makna ini.
Komitmen Membangun Ekonomi Desa
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Netta Indian menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak BSI yang telah menjalin kerjasama produktif dengan Pemkab Banyuasin. Ia menilai, kerjasama ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
“Pada kesempatan ini saya akan menandatangani MoU perjanjian kerjasama bantuan UMKM dan penyaluran KUR. Bantuan ini digunakan untuk usaha yang ke depannya akan tumbuh berkembang dan dapat membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup Netta menjelaskan bahwa sebanyak 5 kecamatan dan 60 desa akan menjadi sasaran awal program ini. Namun, ia berharap ke depan program serupa bisa diperluas hingga mencakup seluruh desa di Banyuasin yang berjumlah 288 desa, dengan 105 desa di antaranya telah berbadan hukum.
“Kerjasama ini tidak hanya sebatas penyaluran dana, tapi kita harapkan juga adanya pelatihan, bimbingan teknis, dan bentuk dukungan lain bagi penguatan BUMDes dan pelaku usaha kecil di Banyuasin,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar peran BSI tidak berhenti hanya sebagai lembaga penyalur pembiayaan, namun turut menjadi mitra aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dukungan Total dari BSI
Area Manager BSI Palembang, Zulfahmi A.R., menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin kepada lembaga yang dipimpinnya. Ia mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan lanjutan dari kolaborasi yang sudah terjalin sebelumnya dengan Pemkab Banyuasin.
“Cukup banyak kerjasama yang sudah kita lakukan sebelumnya. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan ini akan terus kita tingkatkan. Baik dari sisi pengelolaan keuangan, penyaluran pembiayaan, hingga dukungan terhadap UMKM dan BUMDes,” ungkap Zulfahmi.
Ia menegaskan bahwa BSI siap mendukung program-program pemerintah daerah, mulai dari program 100 hari kerja hingga program pembangunan lima tahunan.
“Termasuk yang akan kita tandatangani hari ini, BSI akan menyalurkan KUR secara syariah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat desa,” tambahnya.
Menumbuhkan Kemandirian dan Produktivitas
Program penyaluran KUR yang ditandatangani kali ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi keuangan jangka pendek, tetapi juga menjadi pemicu kebangkitan ekonomi lokal di tingkat desa. Melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, bank, dan masyarakat, pertumbuhan ekonomi inklusif di Banyuasin bisa semakin cepat terwujud.
Dalam dialog dengan para kepala desa dan pengurus BUMDes yang hadir, Wabup Netta juga menekankan pentingnya pemanfaatan dana secara produktif dan akuntabel. Ia meminta para penerima manfaat untuk menjadikan dana KUR sebagai modal pengembangan usaha yang benar-benar berdampak bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar.
“Saya ingin bantuan ini menjadi titik tolak untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Jangan hanya menggantungkan dari bantuan, tapi gunakan modal ini untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan,” pesannya.
Harapan ke Depan
Dengan potensi desa yang besar, Banyuasin memiliki peluang untuk menjadi kabupaten percontohan dalam pengembangan ekonomi desa berbasis BUMDes dan UMKM. Wabup Netta menegaskan, Pemkab Banyuasin akan terus membuka diri terhadap bentuk kerjasama serupa dengan lembaga keuangan lainnya, baik bank syariah maupun konvensional, selama tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kerjasama ini adalah pintu masuk untuk mewujudkan desa yang mandiri, kuat secara ekonomi, dan sejahtera. Kita tidak akan berhenti di sini. Ini baru langkah awal,” ujarnya optimis.
Acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dengan pihak BSI, penyerahan simbolis bantuan KUR kepada pelaku UMKM, serta foto bersama sebagai bentuk pernyataan komitmen bersama membangun Banyuasin dari desa. (**)



Average Rating