
Bupati Banyuasin Sambut Baik Inisiasi Kompi Produksi Pangan Kodim 0430/Banyuasin: Kolaborasi Inovatif Demi Kemandirian Pangan
Pangkalan Balai,Sumselku.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pertanian serta produksi pangan, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama Sekretaris Daerah Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU, ASEAN.Eng., menyambut baik inisiasi dari Kodim 0430/Banyuasin yang membentuk Kompi Produksi Pangan. Inisiatif ini diwujudkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pengembangan yang berada di kawasan Rusunawa, Selasa (17/6).
Turut hadir dalam agenda tersebut PA. Staff Ahli TK III Bidang Komsos Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI Trenggono, S.IP., M.AP., yang secara khusus datang untuk meninjau kesiapan Kompi Produksi sebagai bagian dari program besar swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Bupati Askolani menegaskan bahwa Kabupaten Banyuasin memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah dan beragam, mulai dari pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, migas hingga tambang batu bara. Hal ini menjadi modal kuat bagi Banyuasin untuk menjadi daerah percontohan dalam ketahanan pangan.
“Kami menyambut baik inisiasi dari Dandim dan Kasdim Kodim 0430/Banyuasin yang ingin mengedukasi masyarakat melalui Kompi Produksi Pangan. Ini sangat sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Banyuasin, yakni mewujudkan Banyuasin Bangkit, Adil, dan Sejahtera,” ujar Bupati Askolani.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap menjalin kerja sama erat dengan pihak Kodim demi menyukseskan program ini dan menjadikannya sebagai pusat edukasi serta destinasi wisata berbasis pangan.
Sementara itu, Mayjen TNI Trenggono menyampaikan bahwa Kompi Produksi merupakan bagian dari instruksi Presiden yang berfokus pada misi besar Indonesia menjadi negara swasembada pangan. Menurutnya, Banyuasin adalah salah satu daerah yang memiliki potensi luar biasa dan layak menjadi pilot project untuk program tersebut.
“Tinjauan ini penting untuk mengetahui sejauh mana kesiapan program Kompi Produksi. Jika hasilnya positif, tentu akan kami rekomendasikan kepada Panglima TNI agar mendapat perhatian lebih lanjut. Kami juga ingin melihat tantangan dan hambatan di lapangan agar bisa disusun solusi konkret,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan Kompi Produksi tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menyasar pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan keterlibatan langsung dalam pengelolaan sumber pangan.
Desain Inovatif Kompi Produksi Pangan
Lahan yang telah disiapkan untuk Kompi Produksi Pangan seluas 6 hektar, dengan perencanaan teknis yang detail dan menyasar efisiensi produksi:
1 hektar akan ditanami ubi kayu, dengan target hasil mencapai 20 ton.
1 hektar akan digunakan sebagai lahan peternakan ikan lele dengan sistem 100 biopot. Setiap biopot akan diisi 1000 ekor lele, dan dalam waktu 3 bulan ditargetkan menghasilkan 100 kg per biopot, sehingga total mencapai 10.000 kg lele.
1 hektar lainnya akan ditanami jagung, dengan estimasi hasil panen sebanyak 5 ton.
Sisa lahan digunakan untuk infrastruktur pendukung seperti embung atau penampungan air, yang akan mengalirkan kebutuhan air ke tanaman dan kolam ikan secara efisien.
Program ini juga dirancang bukan hanya sebagai pusat produksi pangan, tetapi akan dikembangkan menjadi kawasan edukatif dan wisata agri-pangan. Masyarakat Banyuasin nantinya dapat berkunjung untuk belajar tentang pertanian modern, sistem budidaya ikan, serta melihat langsung hasil-hasil produksi pangan yang dikelola dengan metode terukur dan ramah lingkungan.
Langkah Nyata Wujudkan Kemandirian Pangan
Program Kompi Produksi Pangan ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi langkah nyata antara kolaborasi militer dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pangan nasional. Dengan pendekatan teknologi tepat guna, efisiensi lahan, serta penguatan peran masyarakat, Banyuasin tengah membuka jalan baru dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan rakyatnya.
Bupati Askolani menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini akan terus dikawal secara berkala oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin, termasuk dukungan penuh dari Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, hingga Dinas Pendidikan dan Pariwisata untuk menjadikan program ini holistik dan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi turut andil sebagai pelaku dan penikmat hasil dari Kompi Produksi ini. Kita tidak boleh hanya bergantung pada impor pangan. Dengan sinergi yang kuat, Banyuasin bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” pungkasnya.
Dengan adanya sinergi strategis antara Pemkab Banyuasin dan Kodim 0430/Banyuasin ini, langkah menuju swasembada pangan nasional tampaknya bukan lagi sekadar wacana, tapi telah mulai menyentuh realitas lapangan – dari desa, dari lahan kosong yang kini berubah menjadi harapan baru. (*)



Average Rating