Banyuasin Optimistis Produksi Padi Tembus 1 Juta Ton, Netta Indian Pimpin Panen Serentak Hadapi El-Nino

Read Time:1 Minute, 56 Second

SUMSELKU.COM – Kabupaten Banyuasin kembali menunjukkan optimisme besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Hal ini terlihat dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak Menyongsong El-Nino se-Sumatera Bagian Selatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, SH., MH secara daring dari Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Selasa (19/05/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, SP memimpin langsung kegiatan panen bersama didampingi Penanggung Jawab Swasembada Pangan Dr. Suharyanto, SP., MP, Kasdim Kodim 0430/Banyuasin Mayor Inf. Staifudin, Kapolsek Rambutan Iptu Harmoko, SH., MH, Danramil Mariana Kapten CZi Muhammad Rusli, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sarip, SP., MM, Camat Rambutan Mursal M, S.Hi., MH, Sekretaris Dinas PUPR Ir. Nurul Khamstah DM, ST., M.Si, serta Kabid IKP Diskominfo Banyuasin Titin Yariyanti, S.Pd., M.Si.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian optimistis Kabupaten Banyuasin mampu mencapai produksi padi lebih dari satu juta ton pada tahun 2026.

“Insha Allah, Banyuasin akan menjadi penyumbang terbesar untuk target 5 juta ton wilayah se-Sumbagsel,” ujar Netta penuh optimisme.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini turut mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Banyuasin.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh instansi terkait yang telah membantu mendukung pencapaian target produksi, khususnya produksi padi di Kabupaten Banyuasin. Semoga kinerja kita menjadi sesuatu yang mulia dan dicatat sebagai amal ibadah bagi kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Dr. Suharyanto, SP., MP menilai Banyuasin memang memiliki potensi besar sebagai wilayah agraris unggulan di Sumatera Selatan.

Menurutnya, dengan dukungan pemerintah, petani, dan seluruh stakeholder, Banyuasin diyakini mampu menghasilkan panen padi lebih dari satu juta ton pada tahun 2026.

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa tantangan El-Nino harus dihadapi dengan kerja sama dan strategi pertanian yang tepat agar target produksi padi se-Sumbagsel sebesar 5 juta ton dapat tercapai.

“Petani harus terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dalam penggunaan pupuk dan lain-lain agar optimal pengelolaan hasil panen. Selain itu, kita tidak hanya meningkatkan hasil panen semata, tetapi juga harus meningkatkan Luas Baku Sawah (LBS) dan memastikan tidak ada penyalahgunaan LBS,” tegas Herman Deru.

Gerakan tanam padi serentak ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *