Gerak Cepat PT SMS Hadapi Karhutbunla: Bukan di Areal Sendiri, Tetap Turun Memadamkan Api

Read Time:5 Minute, 4 Second

BANYUASIN,Sumselku.com – Api kembali menguji kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunla) di Kabupaten Banyuasin. Sekitar 5 hektare lahan di Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, terbakar pada Jumat (21/8/2026).

Di tengah kepungan api, deru mesin pemadam dan kepulan asap, upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama. Bukan hanya pemerintah dan aparat, PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), anak perusahaan Sinar Mas, juga bergerak cepat dengan mengerahkan personel serta peralatan untuk membantu memadamkan api di lahan masyarakat.

Yang menarik, bantuan tersebut diberikan meski lokasi kebakaran bukan berada di areal operasional perusahaan.

Manager PT SMS Sugeng Suprayitno bahkan turun langsung ke lokasi. Bersama personelnya, ia bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Banyuasin dan unsur terkait lainnya untuk berjibaku mengendalikan kobaran api.

Kondisi di lapangan tidak mudah. Api yang membakar lahan membutuhkan tenaga, peralatan dan koordinasi yang kuat agar tidak semakin meluas.

“Kita cukup kewalahan dalam mengatasi karhutla ini. Karena itu, semua pihak harus berperan dalam menanggulangi karhutla,” ujar Sugeng.

Menurutnya, karhutbunla bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh satu pihak. Pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat harus memiliki peran yang sama dalam mencegah dan menangani kebakaran.

Pemerintah desa, masyarakat, perusahaan, aparat keamanan dan tim penanggulangan bencana harus bersama-sama melakukan pencegahan sekaligus penanganan apabila muncul titik api,” katanya.

Bukan di Kebun Sendiri, PT SMS Tetap Turun Tangan

Bagi PT SMS, penanganan karhutbunla tidak mengenal batas kepentingan wilayah.

Sugeng menegaskan, ketika api muncul di lahan masyarakat dan membutuhkan bantuan, perusahaan siap memberikan dukungan.

Walaupun bukan di kebun kita, namun kami tetap membantu melakukan pemadaman api yang membakar kebun masyarakat,” tegasnya.

Menurut Sugeng, semakin cepat api ditangani, semakin besar pula peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas. Sebaliknya, kebakaran yang terlambat ditangani akan membutuhkan tenaga dan peralatan yang jauh lebih besar.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kalau sudah terjadi kebakaran dan meluas, tenaga dan peralatan yang dibutuhkan jauh lebih besar. Karena itu, yang paling penting adalah pencegahan,” ujarnya.

3.753 Hektare Diawasi, Personel Diperkuat

Tidak hanya turun ketika kebakaran terjadi, PT SMS juga mengklaim memperkuat kesiapsiagaan di wilayah operasional perusahaan.

Untuk areal seluas 3.753 hektare, disiapkan 30 anggota regu satgas di lapangan. Kekuatan tersebut kemudian diperkuat dengan 33 petugas keamanan atau satpam untuk mendukung pengawasan dan penanganan kebakaran.

Personel tersebut tidak bekerja sendiri. Mereka ditopang sistem patroli, pemantauan dan peralatan pemadaman yang disiapkan untuk menghadapi potensi kebakaran.

Ratusan Peralatan Disiagakan

Kesiapan personel diperkuat dengan 330 unit perlengkapan individu. Peralatan tersebut mencakup lampu kepala, baju pemadam, helm pengaman, kacamata pengaman, masker, peluit, botol minum, ransel, sabuk kelengkapan, sarung tangan kulit hingga sepatu pemadam.

Untuk kebutuhan regu, perusahaan menyiapkan empat set tenda dan alas tidur, empat set peralatan P3K, dua set peralatan bengkel, dua set peralatan penerangan, dua unit selimut pelindung serta dua unit perangkat pemantauan api seperti drone atau teropong.

Sementara peralatan tangan yang disiapkan mencapai 104 unit, terdiri dari kapak dua fungsi, kayu pemukul api, garu tajam, garu pacul, sekop, pompa punggung, obor sulut tes hingga chainsaw.

Untuk mendukung pemadaman, tersedia pompa bertekanan tinggi dan pompa jinjing lengkap dengan selang, nozzle serta perlengkapan pendukung lainnya.

Data kebutuhan perusahaan mencatat dari standar 150 unit/perlengkapan, tersedia 139 unit. Untuk pompa bertekanan tinggi tersedia delapan unit dari kebutuhan 10 unit, sedangkan pompa jinjing tersedia 16 unit dari kebutuhan 20 unit.

Api Belum Terlihat, Pengawasan Sudah Berjalan

PT SMS juga memperkuat sistem deteksi dini. Sejumlah menara CCTV dimaksimalkan untuk memantau kondisi wilayah dan potensi munculnya titik api.

Selain itu, terdapat tiga menara api dan enam embung yang dapat mendukung kegiatan pemadaman apabila kebakaran terjadi.

Pengawasan dilakukan 24 jam dengan sistem tiga sif. Ada tim yang melakukan patroli lapangan, tim yang memantau CCTV dan tim khusus yang disiapkan untuk bergerak melakukan pemadaman.

Tim kita standby 24 jam, terbagi tiga sif. Ada sif khusus patroli lapangan, ada yang khusus memantau CCTV dan ada tim khusus pemadaman yang langsung membawa peralatan,” jelas Sugeng.

Komunikasi antartim juga diperkuat dengan empat unit GPS, 10 handy talky (HT) dan empat megaphone.

Mobilitas personel didukung enam kendaraan pengangkut berkapasitas 15 orang, enam sarana pengangkut berkapasitas enam orang serta enam sarana patroli berupa motor, mobil maupun speed boat.

“Kita konsen terhadap pencegahan lahan dan kebun. Semua pihak harus bersama-sama menjaga agar kebakaran tidak terjadi dan apabila muncul titik api, bisa segera ditangani,” ujar Sugeng.

Sinar Mas Dorong Koordinasi Lintas Sektor

Regional Controller Sinarmas Sumsel I Dudi Kuswandi mengatakan, keberhasilan penanganan karhutbunla sangat bergantung pada kekuatan koordinasi di lapangan.

PT SMS, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan BPBD, Manggala Agni, TNI dan Polri untuk saling bertukar informasi terkait potensi maupun kejadian karhutbunla di Banyuasin.

“Perusahaan tetap bisa berkonsentrasi dengan BPBD, Manggala Agni, TNI dan Polri, saling menginformasikan terkait kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunla) di Banyuasin,” katanya.

Ia menilai komunikasi yang cepat akan memperpendek waktu respons ketika muncul titik api.

“Dengan saling koordinasi yang baik, pencegahan karhutbunla dapat dilakukan,” tambahnya.

Desa Apresiasi Gerak Cepat PT SMS

Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari Kepala Desa Rantau Harapan Ilin Sumantri.

Ia mengapresiasi keterlibatan PT SMS dalam membantu pemadaman kebakaran sekaligus mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurut Ilin, masyarakat memiliki peran penting sebagai pihak yang pertama kali dapat mengetahui munculnya titik api. Karena itu, laporan sedini mungkin menjadi sangat penting agar kebakaran dapat segera ditangani.

Kami mengapresiasi PT SMS yang ikut membantu pemadaman. Kami juga mengajak masyarakat jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan. Kalau ada titik api, segera laporkan agar bisa ditangani secepatnya,” ujar Ilin.

Karhutbunla Tak Bisa Dilawan Sendirian

Kebakaran di Desa Lebung kembali menunjukkan bahwa ancaman karhutbunla membutuhkan respons cepat dan kolaborasi lintas pihak.

PT SMS memilih tidak menunggu api mendekati wilayah operasionalnya. Ketika lahan masyarakat terbakar, personel dan peralatan ikut dikerahkan.

Di sisi lain, kesiapsiagaan di wilayah perusahaan terus diperkuat melalui personel, patroli 24 jam, deteksi dini, sarana pemadaman dan koordinasi dengan berbagai instansi.

Sebab, dalam menghadapi karhutbunla, bukan hanya seberapa besar kekuatan pemadam yang dimiliki, tetapi seberapa cepat semua pihak bergerak ketika api pertama kali terlihat.

Dan yang paling penting, pencegahan tetap menjadi pertahanan utama: jangan membakar lahan, jangan abaikan titik api, dan segera laporkan jika melihat kebakaran.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *