Wabup Banyuasin Teken Hibah Infrastruktur Pasca Panen, Dorong Penguatan Lumbung Pangan Nasional

Read Time:1 Minute, 37 Second

SUMSELKU.COM – Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., melakukan penandatanganan Dokumen Hibah untuk Penyediaan Infrastruktur Pasca Panen di Ballroom Aryaduta Palembang, Kamis (09/04). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya memperkuat stabilitas harga pangan sekaligus mendukung kedaulatan pangan nasional.

Penandatanganan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Republik Indonesia melalui Perum Bulog yang menginisiasi percepatan pembangunan infrastruktur pasca panen di berbagai daerah. Program tersebut mencakup pembangunan gudang modern, unit pengolahan hasil pertanian, hingga fasilitas pengeringan (dryer) dan penyimpanan (silo) yang terintegrasi.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk dukungan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu lumbung pangan nasional di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perum Bulog atas komitmennya dalam membangun fasilitas pendukung sektor pertanian di Banyuasin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Bulog yang akan mendirikan pabrik lengkap dengan dryer, silo, dan mesin penggilingan. Fasilitas ini direncanakan mulai beroperasi pada Desember mendatang,” ujar Netta.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pasca panen tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan nilai tambah hasil pertanian, sekaligus membantu petani dalam menjaga kualitas gabah dan beras agar tetap optimal hingga ke pasar.

Sementara itu, Direktur SDM & Transformasi Perum Bulog, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman, dengan jumlah cadangan lebih dari 4,1 juta ton beras serta ratusan ton jagung yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan domestik, Banyuasin kini juga menunjukkan perkembangan signifikan dalam sektor ekspor. Melalui dukungan Kementerian Pertanian, beras asal Banyuasin telah menembus pasar internasional, termasuk pengiriman ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah dan haji.

Dengan adanya pembangunan infrastruktur pasca panen ini, diharapkan Banyuasin semakin memperkuat perannya sebagai daerah penyangga pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian di tingkat global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *