
Banyuasin Terus Perkuat Pencegahan Karhutbunla
BANYUASIN,Sumselku.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutbunla) yang masih menjadi ancaman serius selama musim kemarau.

Sepanjang 1 Januari hingga 29 Agustus 2026, tercatat 225 kejadian Karhutla dengan 40 titik di wilayah Banyuasin. Kondisi ini membuat Banyuasin masuk dalam tiga besar wilayah prioritas penanganan Karhutla di Sumatera Selatan.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026). Rapat dihadiri Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., bersama jajaran Polres Banyuasin, Dandim 04/30, BPBD Banyuasin dan Diskominfo-SP.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Banyuasin mendapat tambahan peralatan berupa APD Karhutla, selang, pompa jinjing, nozzle dan flexible tank. Dukungan tersebut diharapkan mempercepat respons petugas ketika terjadi kebakaran, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau.
Selain pencegahan dan pemadaman, penegakan hukum juga terus dilakukan. Hingga 31 Agustus 2026, Polres Banyuasin telah menerima empat laporan polisi terkait Karhutla dengan luas area terbakar sekitar 31,8 hektare. Dari perkara tersebut, tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pemerintah dan aparat mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kewaspadaan juga terus ditingkatkan mengingat kondisi cuaca kering masih berpotensi memicu munculnya titik api baru.
Upaya pencegahan diharapkan dapat menekan angka Karhutbunla sekaligus melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat dan aktivitas warga di Kabupaten Banyuasin.



Average Rating