Karhutla Banyuasin Makin Meluas, Empat Helikopter Dikerahkan dan 206 Kali Water Bombing

Read Time:2 Minute, 50 Second

BANYUASIN,Sumselku.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terus menjadi perhatian serius. Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir itu belum sepenuhnya berhasil dipadamkan dan bahkan dilaporkan semakin meluas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan bersama BPBD Banyuasin terus melakukan upaya pemadaman secara intensif. Di Kecamatan Rantau Bayur, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar delapan hektare.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Sumsel mengerahkan empat helikopter water bombing. Helikopter tersebut melakukan penerbangan berulang untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan operasi pemadaman di wilayah Rantau Bayur masih terus dilakukan karena sejumlah titik api belum sepenuhnya padam.

“Pemadaman lanjutan di wilayah Rantau Bayur, Banyuasin, masih terus dilakukan. Per kemarin, lahan yang terbakar kian meluas hingga mencapai delapan hektare. Empat helikopter dikerahkan untuk pemadaman,” ujar Sudirman.

Menurutnya, upaya pemadaman dari udara dilakukan secara intensif. Dalam satu hari operasi, empat helikopter tersebut telah melakukan 206 kali water bombing untuk membasahi kawasan yang terbakar dan menekan penyebaran api.

Meski demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya membuat api padam. Hingga operasi pemadaman pada sore hari, sejumlah lokasi masih mengeluarkan asap sehingga pemadaman kembali dilanjutkan.

“Hingga akhir pemadaman sore kemarin, kondisinya masih berasap. Upaya pemadaman akan dilanjutkan hari ini,” katanya.

Kondisi karhutla di Banyuasin tidak hanya terjadi di Rantau Bayur. BPBD Banyuasin juga mencatat adanya sejumlah titik kebakaran yang ditangani oleh beberapa posko pemadam.

Kepala BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, mengatakan Posko Pangkalan Balai melakukan pemadaman di Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III. Di lokasi tersebut, api bahkan nyaris menyentuh permukiman warga.

“Untuk di Kedondong Raye, luas lahan yang terbakar sekitar 0,3 hektare dan api nyaris menyentuh pemukiman warga,” jelas Reza.

Sementara itu, Posko 2 Teluk Betung melakukan pemadaman di Desa Biyuku, Kecamatan Suak Tapeh, dengan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar tiga hektare.

Kemudian Posko 3 Banyu Urip dikerahkan untuk menangani kebakaran di Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa. Di lokasi tersebut, sekitar dua hektare lahan dilaporkan terbakar.

Sedangkan Posko 4 Sako juga melakukan upaya pemadaman dengan luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar empat hektare.

Rentetan kejadian tersebut menunjukkan bahwa potensi karhutla di Banyuasin masih cukup tinggi. Kondisi lahan yang mudah terbakar, ditambah cuaca panas dan kering, membuat api dapat dengan cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.

Sudirman menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima, lahan yang terbakar di Rantau Bayur merupakan perkebunan milik perorangan dan bukan lahan milik perusahaan.

“Informasinya lahan perkebunan yang terbakar milik perorangan, bukan perusahaan. Kita mengkhawatirkan asap dari karhutla itu dapat mengganggu kesehatan warga,” ujarnya.

Asap karhutla menjadi perhatian tersendiri karena dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Kalau api sudah membesar, penanganannya akan jauh lebih sulit dan dampaknya bisa meluas ke lingkungan maupun permukiman warga,” imbau BPBD.

Petugas di lapangan pun terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan kebakaran. Upaya pemadaman darat dan udara akan dilakukan secara berkelanjutan hingga titik api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman.

Dengan semakin meluasnya karhutla di sejumlah wilayah Banyuasin, peran masyarakat sangat dibutuhkan. Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan harus melakukan pemadaman setelah api terlanjur meluas

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *