
Waspada Buaya Muara, BPBD Banyuasin Imbau Warga Hindari Habitat Buaya
BANYUASIN,Sumselku.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman buaya muara, terutama warga yang beraktivitas di sungai, rawa, kanal, dan kawasan perairan yang menjadi habitat satwa liar tersebut.
Imbauan ini terutama ditujukan kepada masyarakat yang memiliki aktivitas di perairan, termasuk para pemancing. Warga diminta tidak memaksakan diri memancing atau beraktivitas di lokasi yang diketahui menjadi habitat maupun tempat kemunculan buaya.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, SE., M.Si., mengatakan kondisi geografis Banyuasin yang memiliki banyak sungai dan kawasan perairan membuat potensi interaksi antara manusia dan buaya perlu diwaspadai.
“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan menghindari lokasi yang menjadi habitat buaya. Terutama bagi masyarakat yang memancing atau beraktivitas di sungai, jangan mengambil risiko di tempat yang sudah diketahui sering terdapat buaya,” ujar Reza.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa buaya merupakan satwa liar yang dapat menyerang ketika merasa terancam atau ketika manusia memasuki wilayah habitatnya. Karena itu, kewaspadaan harus menjadi prioritas, terutama saat berada di tepi sungai atau perairan.
Sejumlah wilayah di Banyuasin diketahui memiliki potensi kemunculan buaya, di antaranya Pulau Rimau, Sungsang, Sungai Rengit, Talang Kelapa, Tanjung Lago, serta sejumlah kawasan perairan lainnya.
Beberapa lokasi tersebut memiliki karakteristik sungai, rawa maupun kanal yang memungkinkan menjadi habitat buaya muara. Bahkan, kejadian warga diserang atau dimangsa buaya juga pernah terjadi sehingga masyarakat diminta tidak menganggap remeh keberadaan satwa tersebut.
Pemancing Diminta Lebih Waspada
BPBD Banyuasin secara khusus mengingatkan para pemancing agar memperhatikan kondisi sekitar sebelum memilih lokasi untuk memancing. Jangan berada terlalu dekat dengan tepian sungai, terutama di lokasi yang sepi dan minim penerangan.
Pemancing juga diminta tidak memasukkan tangan atau kaki ke dalam air, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat menarik perhatian buaya. Apabila menemukan keberadaan buaya, warga diminta tidak mendekati, mengejar, memberi makan atau mencoba menangkap satwa tersebut.
“Kalau mengetahui ada buaya, jangan didekati. Segera menjauh dari lokasi dan laporkan kepada pihak terkait. Jangan mencoba menangkap sendiri karena sangat berbahaya,” tegas Reza.
Selain pemancing, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Anak-anak sebaiknya tidak bermain atau mandi di sungai yang berpotensi menjadi habitat buaya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di perairan pada waktu-waktu yang berisiko, khususnya ketika kondisi sekitar minim pencahayaan dan jarak pandang terbatas.
Utamakan Keselamatan
Reza menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menghindari konflik antara manusia dan buaya.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila melihat buaya berkeliaran di sekitar permukiman, tempat aktivitas warga atau lokasi yang sebelumnya tidak pernah ditemukan keberadaan buaya.
“Keselamatan masyarakat menjadi yang utama. Kami meminta warga tidak mengambil risiko dengan mendatangi atau menangkap buaya sendiri. Laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur,” katanya.
BPBD Banyuasin juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan, khususnya di daerah yang memang memiliki potensi kemunculan buaya. Informasi mengenai keberadaan buaya di suatu lokasi diharapkan dapat segera disebarluaskan kepada warga sekitar agar mereka lebih berhati-hati.
Dengan meningkatnya kewaspadaan, Pemkab Banyuasin berharap kejadian warga menjadi korban serangan buaya dapat dicegah.
“Kenali habitatnya, hindari lokasi rawan, dan jangan mengambil risiko. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” pungkas Reza.



Average Rating