
Bupati Banyuasin Sambut PWM Sumsel, Bahas Penguatan Pertanian, Pendidikan, dan Infrastruktur
SUMSELKU.COM – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., menerima kunjungan audiensi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan di Ruang Rapat Presiden, Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Rabu (29/4).
Audiensi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan PWM Sumsel, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah di sektor strategis seperti pertanian, kesehatan, infrastruktur, serta ketahanan pangan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah potensi kerja sama yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara teknis dan berkelanjutan.
Pimpinan PWM Sumsel, H. Ridwan Hayattudin, S.H., M.H., menyampaikan beberapa program prioritas yang menjadi perhatian, di antaranya pengembangan lahan cetak sawah, peningkatan sistem irigasi pertanian, serta pemanfaatan hasil pertanian untuk mendukung program makan bergizi di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
“Kami ingin bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mengelola lahan cetak sawah. Hasil panen nantinya juga dapat mendukung kebutuhan SPPG dalam program MBG di sekolah-sekolah Muhammadiyah,” ujar Ridwan.
Selain itu, PWM Sumsel juga menyoroti kebutuhan peningkatan akses infrastruktur, khususnya jalan menuju fasilitas pelayanan kesehatan yang saat ini masih membutuhkan perbaikan agar lebih layak dan mudah diakses masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyuasin menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif kerja sama yang ditawarkan PWM Sumsel. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Banyuasin memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan luas lahan sawah mencapai sekitar 189 ribu hektare, serta telah menjadi salah satu daerah dengan produksi padi tertinggi di Indonesia.
“Banyuasin memiliki potensi besar di sektor pertanian. Namun memang produktivitas per hektare masih perlu kita tingkatkan. Saat ini masih di bawah 5,3 ton per hektare, sementara di Pulau Jawa sudah ada yang mencapai 11 ton per hektare,” ujar Askolani.
Ia menambahkan, dengan penguatan teknologi, manajemen pertanian, dan sinergi berbagai pihak termasuk PWM Sumsel, Banyuasin optimistis dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat posisi sebagai lumbung pangan nasional.
“Jika ini bisa kita tingkatkan, saya optimis Banyuasin bisa menjadi nomor satu. Apalagi banyak lahan di Pulau Jawa yang sudah beralih fungsi menjadi kawasan industri,” tegasnya.
Terkait usulan perbaikan infrastruktur jalan menuju fasilitas kesehatan, Bupati menjelaskan bahwa pelaksanaannya tetap harus mengikuti ketentuan kewenangan yang berlaku, termasuk pembagian tanggung jawab antara pemerintah desa, daerah, hingga pusat.
“Untuk jalan desa, itu menjadi tanggung jawab pemerintah desa terlebih dahulu, baru kemudian dapat disinergikan dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” jelasnya.
Di akhir pertemuan, Bupati Banyuasin menekankan pentingnya komunikasi teknis lanjutan antara PWM Sumsel dan perangkat daerah terkait agar seluruh rencana kerja sama dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Muhammadiyah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Bumi Sedulang Setudung.

Average Rating