Fauzi Amro: Pinjol Ilegal dan Judi Online Ancam Ekonomi Masyarakat

Read Time:3 Minute, 12 Second

BANYUASIN, Sumselku.com – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Fauzi Amro, menggelar kegiatan reses di Pusat Penelitian Karet Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ia menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan ekonomi hingga masalah sosial di tengah masyarakat.

Reses tersebut menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tito Adji Siswantoro.

Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ade Pramanja, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, di antaranya Herli, Samsudin, Ledy Risdianto, M. Wahyudin, Sudirman, dan Daspini.

Selain itu, kegiatan diikuti masyarakat serta kader dan simpatisan Partai NasDem dari 21 kecamatan se-Kabupaten Banyuasin.

Dalam pembahasan mengenai persoalan keuangan digital, Fauzi Amro menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperluas akses terhadap layanan keuangan yang legal, serta memperkuat pengawasan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Menurutnya, maraknya pinjaman online ilegal dan judi online dapat memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Ketika seseorang terjerat pinjaman untuk memenuhi kebutuhan atau menutup kerugian akibat perjudian, risiko gagal bayar dan munculnya persoalan sosial lainnya semakin besar.

Fauzi menyebutkan, berdasarkan masukan OJK, pemberantasan aktivitas keuangan ilegal perlu dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni literasi keuangan, inklusi keuangan, dan penguatan sistem teknologi informasi.

“Literasi, inklusi, dan penguatan IT harus berjalan bersamaan. Ini menjadi rekomendasi penting agar OJK semakin efektif melakukan pengawasan dan penindakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Komisi XI DPR RI akan terus mendukung penguatan kapasitas digital lembaga pengawas sektor keuangan agar mampu mendeteksi aktivitas keuangan ilegal sejak dini.

“Kami berharap OJK semakin kuat dalam memanfaatkan teknologi untuk melakukan penutupan dan penindakan terhadap pinjol ilegal, judi online, maupun investasi bodong yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu menambahkan, perlindungan konsumen di era digital harus menjadi prioritas nasional. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan ialah memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih cermat dan bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Dalam kegiatan tersebut, turut disinggung angka pengguna pinjaman online di Sumatera Selatan yang disebut mencapai sekitar dua juta orang. Angka tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam mendorong masyarakat memahami risiko pinjaman dan memastikan penggunaan layanan keuangan melalui penyelenggara yang legal.

Selain membahas persoalan keuangan digital, Fauzi Amro memanfaatkan momentum reses untuk memberikan motivasi kepada kader dan simpatisan Partai NasDem di Kabupaten Banyuasin.

Ia menekankan pentingnya pemantapan struktur partai hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, termasuk penguatan kaderisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik mendatang.

Fauzi mengingatkan agar kepengurusan partai tidak sekadar tercantum dalam struktur administrasi, tetapi benar-benar diisi kader yang aktif dan memiliki komitmen untuk membesarkan organisasi.

“Jangan ada lagi nama, tapi tidak ada orangnya. Nama di struktur partai ada, tetapi orangnya tidak tahu di mana. Maka dari itu, kita harus bergerak dan memastikan struktur partai diisi orang-orang yang mampu membesarkan partai,” tegasnya.

Ia berharap setiap nama yang tercantum dalam kepengurusan benar-benar merupakan kader yang aktif, memiliki tanggung jawab, dan siap bekerja di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Fauzi juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan kontribusi berupa bantuan baju bagi kader di tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas organisasi.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ade Pramanja, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kaderisasi pimpinan cabang Partai NasDem di tingkat kecamatan dan desa.

Penguatan kaderisasi dinilai penting untuk membangun organisasi yang lebih solid sekaligus mempersiapkan sumber daya kader dalam menghadapi agenda politik periode 2029–2031.

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara Fauzi Amro dengan kader dan simpatisan Partai NasDem dari 21 kecamatan di Kabupaten Banyuasin.

Selain konsolidasi organisasi, kegiatan reses turut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk terkait kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla).

Melalui kegiatan tersebut, aspirasi masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan perhatian dan tindak lanjut sesuai dengan kewenangan lembaga terkait.

Reses ini sekaligus menjadi forum untuk menyerap masukan masyarakat mengenai persoalan ekonomi, perlindungan konsumen keuangan digital, serta kebutuhan penguatan organisasi di tingkat lokal.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *