
Peduli Dampak Kemarau, PT SMS Bagikan Air Bersih dan Masker kepada Warga
BANYUASIN, Sumselku.com – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyuasin mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sumber-sumber air yang biasanya menjadi tumpuan warga perlahan mengering akibat kondisi cuaca yang panas dan minim hujan.

Di tengah kondisi tersebut, PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), bagian dari Sinarmas Group, menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

Bantuan air bersih tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang mulai kesulitan memperoleh air untuk keperluan sehari-hari.
Tak hanya kepada masyarakat, bantuan air bersih juga disalurkan ke sejumlah rumah ibadah, termasuk masjid dan musala. Keterbatasan air di tengah kemarau turut berdampak pada aktivitas di rumah ibadah, termasuk kebutuhan air untuk berwudu.

Bagi masyarakat, kedatangan bantuan air bersih menjadi angin segar di tengah kondisi kemarau yang membuat persediaan air semakin terbatas.
Kepedulian PT SMS tidak berhenti pada bantuan air bersih. Perusahaan juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai upaya menjaga kesehatan warga di tengah kondisi udara yang mulai terpengaruh kabut asap.
Pembagian masker sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta kebun (Karhutbunla) yang meningkat selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, PT SMS bersama Camat Banyuasin III dan Polsek Banyuasin III turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran.
Masyarakat diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Sebab, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyala dan sulit dikendalikan. Kebakaran yang awalnya hanya terjadi di satu titik dapat dengan cepat merambat ke lahan lainnya, bahkan mengancam perkebunan dan permukiman warga.
Respons Instruksi Pemkab Banyuasin
Penyaluran bantuan air bersih ini juga menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Sebelumnya, Pemkab Banyuasin telah mengeluarkan surat edaran Nomor 300.2.3/2536/BPBD/2026 yang menginstruksikan pimpinan perusahaan di wilayah Banyuasin untuk turut berpartisipasi dalam membantu penyaluran kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Kabupaten Banyuasin sedang mengalami puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih kering dari kondisi normal.
Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026, dengan cuaca panas dan kering yang berpotensi menyebabkan sumber-sumber air di lingkungan masyarakat mengalami kekeringan.
Pemkab Banyuasin juga menyebutkan bahwa langkah cepat, tepat dan terpadu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak bencana kekeringan yang saat ini melanda sejumlah wilayah.
Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Banyuasin pada 10 Agustus 2026.
Dalam surat edaran itu, perusahaan diminta berpartisipasi membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah kerja perusahaan. Pelaksanaan pendistribusian bantuan juga diminta dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin.
Manager PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), Sugeng Suprayitno, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kemarau.
Menurutnya, perusahaan berupaya ikut membantu penanggulangan dampak kekeringan dan kabut asap, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Pihak perusahaan turut membantu penanggulangan bencana kekeringan dan kabut asap sesuai dengan instruksi dari Pemkab Banyuasin,” ujar Sugeng.
Ia berharap bantuan air bersih dan masker yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan perlindungan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Selain itu, Sugeng berharap sosialisasi yang dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan kepolisian dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutbunla.
Pencegahan kebakaran, kata dia, membutuhkan kepedulian bersama. Tidak hanya pemerintah dan perusahaan, masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan tidak terjadi pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran lebih luas.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau.
Mulai dari membantu memenuhi kebutuhan air bersih, menjaga kesehatan masyarakat hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutbunla.
Dengan kepedulian dan kerja sama semua pihak, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau dapat terbantu serta risiko kebakaran hutan, lahan dan kebun di wilayah Banyuasin dapat ditekan.



Average Rating