
Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim: Hari Santri Jadi Momentum Mengenang Jasa Ulama dan Pejuang Kemerdekaan
MUARA PADANG,Sumselku.com – Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN.Eng., saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Banyuasin di Pondok Pesantren Al-Kautsar, Desa Karang Anyar, Kecamatan Muara Padang, Kamis (22/10/2026).
Erwin hadir mewakili Bupati Banyuasin, Askolani. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas semangat umat Islam di Kabupaten Banyuasin yang terus menjaga tradisi peringatan Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri.

Menurutnya, peran ulama dan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia merupakan bagian penting yang tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus bangsa.
“Sejarah mencatat bagaimana perjuangan besar para ulama dan santri yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan,” ungkap Erwin.
Ia menegaskan, peringatan Hari Santri merupakan wujud kecintaan sekaligus penghormatan kepada para ulama dan santri yang telah memberikan pengorbanan demi bangsa dan negara.
Karena itu, Erwin mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat rasa syukur, mengenang jasa para pejuang, serta mendoakan mereka yang telah mendahului.
“Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita memperingati dan mengingat jasa-jasa mereka. Upacara ini merupakan bentuk rasa cinta kepada para ulama dan santri yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan kita. Mari kita doakan mereka, semoga ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT,” ajaknya.
Pesantren Punya Tanggung Jawab terhadap Masa Depan Bangsa
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar, Kiai Abdul Aris, S.Ag., M.Si., mengungkapkan kebahagiaannya karena pesantren yang dipimpinnya menjadi tempat penyelenggaraan peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Banyuasin.
Ia menilai, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan tanggung jawab dalam menentukan masa depan bangsa.
“Selain sebagai bentuk cinta kepada jasa-jasa mereka, ini juga merupakan bentuk tanggung jawab dalam menentukan nasib bangsa,” jelasnya.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, semangat perjuangan para ulama dan santri diharapkan terus hidup dalam diri generasi muda. Nilai keikhlasan, pengabdian, persatuan, serta kecintaan terhadap tanah air menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan, sosial, dan pembangunan.
Dengan semangat Hari Santri Nasional, masyarakat Banyuasin diharapkan terus menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan bangsa yang damai, berkarakter, dan berkemajuan.

Average Rating